Menonton
film tak serupa dengan rekreasi atau aktivitas yang membuat rileks. Beberapa
film justru menghadirkan ketegangan dan menguras emosi. Itu salah satu alasan
saya tak menyukai film horor, tapi anehnya suka film action dengan
syarat tak terlalu brutal.
Mengakhiri
tahun 2020 saya coba untuk tonton film bukan dari Negeri Ginseng. Pilihan saya
jatuh pada film yang dibintangi sang aktor laga kawakan, Jackie Chan. Vanguard (rilis 2020) ini akan menjadi catatan film kedua,
meskipun lebih dulu saya tonton ketimbang Before
I Wake (rilis 2016) yang sekarang akan saya tuliskan.
![]() |
| Before I Wake bukanlah hanya ungkapan bagi Cody, namun juga Jessie, yang kemudian keduanya terbangun dan tersadar di akhir film. |
Cody
Morgan (Jacob Tremblay) yang berusia 8 tahun berusaha menghentikan tragedi yang
bisa hadir jika ia tidur. Karena itu, ia berusaha sekuat tenaga untuk menahan
kantuk, salah satunya dengan minum obat anti tidur. Pasalnya, apa yang
dimimpikannya, hadir menjadi kenyataan sepanjang tidurnya, baik itu mimpi baik
maupun buruk. Cody tak bisa mengendalikannya agar mimpi baik saja yang hadir.
Di saat emosinya sedang tidak baik, sosok Canker Man hadir di mimpinya, begitu
juga di kehidupan nyata dan melenyapkan siapapun yang membuat Cody sedih atau
marah.
Jessie (Kate Bosworth) dan Mark (Thomas Jane), orang tua asuh baru bagi Cody mulai menyadari keistimewaan Cody
setelah menyaksikan keajaiban-keajaiban di malam hari, saat Cody tertidur. Kemunculan
aneka kupu-kupu yang rupawan (binatang yang disukai Cody) hingga hadirnya Sean (anak mereka yang telah meninggal karena kecelakaan, tenggelam di buthup) ada hubungannya dengan mimpi Cody.
Bahkan
agar bisa menerima peristiwa naas yang menimpa Sean, Jessi mengikuti kelompok konseling. Sayang
sekali, saat Jessie menceritakan peristiwa ia melihat Sean di saat ia sadar/bangun,
dan beranggapan Sean marah karena ia mengadopsi Cody, konselornya tetap
menganggap yang dialaminya sebagai manifestasi alam bawah sadarnya, somnia
(Bahasa Latin yang artinya mimpi). Konselornya sangat yakin karena Jessie masih
sering mengalami insomnia.
Siapa
sebenarnya Canker Man yang melindungi Cody, padahal juga membuat Cody sangat ketakutan?
Jessie
akhirnya berhasil menguak misteri Canker Man setelah peristiwa mengerikan menimpa dirinya dan
Mark hingga membuat Mark hilang saat mereka berhadapan dengan Canker Man. Malam saat tragedi itu terjadi, dengan sengaja Jessie memberikan obat tidur yang diresepkan dokter pada
Cody. Malam panjang dan mimpi panjang Cody tentang Canker Man telah
menyempurnakan penyesalan Jessy yang berniat menghadirkan Sean melalui mimpi
Cody. Alih-alih Sean yang hadir, malah Canker Man yang mengancam mereka berdua, hingga Jessie pun kehilangan suaminya, Mark, sosok
sabar namun dianggap tak bisa memahami perasaannya.
Mark dan
Jessie bukanlah orang tua angkat pertama bagi Cody. Menjelang kematian ibunya
yang disebabkan oleh kanker pankreas, Cody sudah diadopsi keluarga lain. Namun,
Cody tak pernah lama hidup bersama dengan keluarga-keluarga itu. Tragedi selalu
terjadi yang membuat Cody berada dalam asuhan keluarga lainnya. Terakhir adalah pasangan suami istri Whelan, di mana istri Whelan lenyap di depan matanya pada suatu malam. Jessie menemui
Whelan untuk mengetahui kisah otentiknya dengan harapan ia bisa mengambil sikap
dan bertindak dengan tepat. Namun, Jessie menolak saran Whelan untuk membunuh
Cody sebagai satu-satunya cara menghentikan rantai tragedi.
Dari diary
Andrea Morgan, Jessie mengetahui lebih banyak tentang Cody, bocah yang sejak
dalam kandungan memiliki keistimewaan dapat menghadirkan yang dipikirkan. Kupu-kupu
adalah mahluk yang selalu dihadirkan janin Cody. Sehingga Andrea mewujudkannya dalam bentuk kupu-kupu kain warna biru yang dibuatnya sendiri.
Menjelang
kematian Andrea, Cody dihadirkan di rumah sakit, tempat Andrea menjalani terapi
yang menyebabkan kebotakan dan perubahan pada raut wajahnya. Dengan suara parau
dan sulit, Andrea mengucapkan “Aku selalu bersamamu.” Kata itu melekat kuat
dalam ingatan Cody sebagai ucapan Canker Man, yang sejatinya adalah bayangan sosok ibunya yang sudah berubah
wajahnya akibat kemoterapi. Cody juga menganggap Canker Man adalah mahluk yang sudah memakan
ibunya.
Jessie
menemukan benang merah antara kehidupan kupu-kupu dan Cody. Cody pernah mengatakan,
kepompong itu akan melindungi ulat hingga dewasa. Itu yang dilakukan Canker Man
(yang muncul dari ingatan dan mimpi Cody) terhadap Cody, yaitu sang ibu yang melindungi anaknya. Dalam perjalanan untuk
mengambil pulang Cody yang sudah diambil paksa oleh pihak layanan sosial,
Jessie menemukan suasana sebagaimana malam tragedi di keluarganya. Artinya, malam itu Cody sedang tidur! Artinya, saat itu Canker Man hadir!
Dengan
keteguhan hati ia menuju kamar di mana Cody terpulas. Sepanjang perjalanan,
Jessie berhasil menguasai dirinya yang dipengaruhi oleh mimpi Cody. Sampai
kemudian ia bertemu dengan Canker Man yang tampak marah karena kehadirannya.
Canker
Man dari arah pintu berlari kencang ke arah Jessy. Jessy mengeluarkan sesuatu
dari sakunya. Kupu-kupu kain warna biru. Dibentanglah kupu-kupu itu tepat saat
Canker Man cukup dekat dengannya. Canker Man berhenti, melangkah perlahan ke arah
Jessie, dan tertegun menatapi kupu-kupu kain warna biru. Setelah mengumpulkan
keberanian, perlahan Jessie mengulurkan tangannya ke bahu Canker Man, lalu
memeluknya. Perlahan Canker Man berubah menjadi Cody lalu plaaasss, menghilang!
Sebagai
film dengan genre horor, Before I Wake
tak terlalu mengerikan dibanding Annabelle
yang pernah saya tonton dan membuat saya semakin menjauhi genre horor. Namun
karena film ini sudah ditonton anak saya, dan dia membocorkan sekilas cerita dengan
buntut “gak terlalu horor kok”, akhirnya saya putuskan menjadi aktivitas pengisi hari
pertama saya di tahun 2021. Setelah menonton, membaca beberapa review film ini
(termasuk Wikipedia), lalu yang terpenting… menuliskannya…
Ini
tulisan pertama saya di tahun 2021…
Bagaimana
dengan hari pertamamu tahun ini, kawan?




Nice work, nice share
Thank you so much….
Nice🎉
Thank you….